Generasi Emas 2045

Setiap tanggal 2 Mei, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Pendidkan Nasional (Hardiknas). Tanggal 2 Mei yang merupakan tanggal lahir Ki Hajaar Dewantara ditetapkan sebagai Hardiknas untuk memperingati jasa Ki Hajardewantara yang telah meperjuangkan pendidikan bagi rakyat Indonesia, baik melalui lembaga pendidikan yang telah beliau dirikan (Taman Siswa  1922) disaat seluruh masyarakat masih belum menyadari akan pentingnya pendidikan  ketika beliau di angkat sebagai Mentri Pengajaran pertama ketika Indonesia Merdeka.

Tahun ini pun, terjadi peringatan Hardiknas di seluruh penjuru Nusantara sebagaimana biasa,  tetapi ada yang berbeda pada peringatan Hardiknas 2 Mei 2012 tahun ini. Pasalnya momentum kali ini dijadikan sebagai ajang me-launching program baru pemerintah untuk mencetak Generasi Emas 2045 yang diproyeksikan akan menjadi hadiah bagi 100 tahun kemerdekaan Indonesia. “Tahun ini kami canangkan sebagai masa ‘menanam’ generasi emas tersebut. Dari 2012-2035, Indonesia mendapat bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua”. Sebagaimana sambutan yang disampaikan Mendikbud Muhammad Nuh saat peringatan Hardiknas (http://www.mediaindonesia.com).

Bonus demografi yang diungkapkan ole M. Nuh adalah kondisi populasi masyarakat dimana jumlah penduduk usia muda lebih bayak dibandingkan dengan penduduk usia tua. Kondisi yang disebut sebagai Bonus Demografi ini akan berlangsung antara tahun 2012 – 2035. Dari data yang diperoleh Badan Pusat Statistik 2011 bahwa jumlah anak usia 0-9 tahun mencapai 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Mereka inilah anak-anak kader Generasi Emas 2045, karena nantinya pada 2045 mereka yang berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun dan yang berusia 10-19 tahun akan berusia 45-54 tahun. Dan memang orang-orang usia ini lah yang nantinya akan menjadi pemegang pemerintahan dan roda kehidupan di Indonesia.

M. Nuh memiliki harapan besar kepada anak-anak generasi kita sekarang ini untuk bisa benar-benar menjadi generasi emas dan membawa kemajuan serta kejayaan bagi Indonesia tepat pada satu abad kemerdekaan Indonesia. Tetapi mampukah dan bisakah semua harapan dan program itu tercapai? Karena Bonus Demografi juga bisa berbalik menjadi Bencana Demografi jika tanpa pengawasan dan penanganan yang sungguh-sungguh dan berkala dari pemerintah.

Untuk itu pemerintah juga telah menyiapkan Grand Design demi mewujudkan cita-cita Bangkitnya Generasi Emas nantinya pada 2045. Diantara Grand Design yang dicanangkan adalah sebagai berikut:

  1. Pendidikan usia dini digencarkan dengan PAUD-isasi, peningkatan kualitas PAUD dan pendidikan dasar yang berkualitas dan merata.
  2. Rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang sudah tak layak pakai dan pembangunan gedung-gedung sekolah secara besar-besaran.
  3.  Intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA dan atau sederajat dengan tarjet sebesaar 97% tahun 2020. Yang diperkirakan  jika tanpa intervensi baru akan mencapai 97% tahun 2040.
  4. Peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan dan ketesediaan.

Kemudian dari berbagai program di atas diharapkan akan terbentuknya output yang berupa generasi cerdas komperhensif, yaitu produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul.

Dalam Grand Design yang telah disiapkan kelompok anak usia 0-9 tahun menjadi target yang lebih diutamakan karena selain mereka belum terlalu terpengaruh oleh pergaulan bebas dan hama-hama, Usia dini merupakan masa keemasan (the golden age) seorang anak. Fase tersebut juga menjadi periode yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan mental seorang manusia.

Selain Kemendikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) juga akan meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai salah satu langkah turut melakukan investasi menanam Generasi Emas 2045. “Sehingga, pada 2045, saat peringatan ulang tahun Indonesia yang ke-100, terciptalah generasi muda yang kamil dan paripurna,” Ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi.

PAUDNI akan memberikan beberapa bantuan untuk merealisasikan peningkatan mutu pendidikan PAUD diantaranya dengan memberikan bantuan rintisan, alat permainan edukasi, dan serangkaian program yang telah disiapkan. Tumbuh kembang anak pada usia dini akan sangat menentukan kualitas kecerdasan, kesehatan, dan kematangan emosional di masa mendatang, oleh karena itu anak usia dini ini harus dipenuhi kebutuhan gizinya. Bukan hanya dari makanan dan suplemen tetapi juga dari pendidikan yang dapat mereka peroleh.

Sedangakan disektor pendidkan perguruan tinggi, untuk menyiapkan generasi emas 2045, Dikti telah menyiapkan program Beasiswa Unggulan. Beasiswa Unggulan ini merupakan program yang disiapkan oleh Dikti bagi para mahasiswa dan calon mahasiswa yang memiliki keunggulan dalam bidang akademik. Konsep Unggul disini dijelaskan yaitu ‘Unggul yang berarti unggul untuk penerima beasiswanya, bidang studinya dan proses pembelajarannya.’ Karakter penerima Beasiswa Unggulan ini adalah kesadaran sebagai makhluk Tuhan, adanya kedahagaan menimba dan menulis Ilmu Pengetahuan dan kecintaan serta kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia.

Dalam program ini, penerima beasisiwa selain unggul dalam bidang akademik juga berada dalam bidang studi yang memiliki grade tinggi atau unggulan, memiliki karakter dan bergaya hidup sehat dan harus memiliki fighting spirit yang tinggi dalam belajar.

Ada tiga persyaratan utama yang harus dimiliki oleh penerima beasisiwa unggulan ini; pertama, para penerima Beasiswa Unggulan dianjurkan untuk mempunyai IPK min 3.00, dan tanpa cuti. Kedua, penerima Beasiswa Unggulan wajib membuat ISR (Intelectual Social Responsibility) yaitu artikel mengenai Beasiswa Unggulan yang nantinya akan di publikasikan, dan ketiga, tidak mengkonsumsi narkoba, serta tidak melanggar Peraturan Undang-Undang Negara Republik Indonesia.

Program beasiswa Unggulan ini merupakan salah satu bentuk penyiapan generasi yang kompeten dalam intelektualitas dan memiliki daya belajar yang tinggi. Selain selektif dan ketat dalam pengawasannya, beasisiwa unggulan uga memberikan bantuan berupa biaya hidup bagi penerima beasiswa unggulan yang memang terbukti kurang mampu setelah adanya pengajuan dari si penerima dan dilakukan survey ke rumah si penerima beasiswa.

Dari semua program yang telah disiapkan dan dijalankan merupakan langkah awal yang dilakukan pemerintah untuk investasi menanam Generasi Emas 2045. Jika melihat track pendidikan kita sejauh ini, memang masih perlu adanya berbagai tindakan dari pemerintah dan juga masyarakat untuk mewujudkan terciptanya generasi ini. Selain memperbaiki sistem pendidikan dan kuaitas pendidik dan kependidikan kita yang awur-awuran dan hanya mementingkan nilai sebagai tolok ukur keberhasilan belajar juga menjaga para kaum muda dan pelajar kita dari pengaruh pergaulan bebas, narkoba, seks bebas yang mulai marak menimpa pelajar mulai dari tingkat SMP sampai perguruan tinggi kita dewasa ini.

Bagaimanapun juga tercipta atau tidaknya, berhasil atau tidaknya Generasi Emas ini merupakan tanggung jawab kita bersama, dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pengawasan pendidikan sampai masyarakat, pemuda, pelajar sebagai pelaksana dan target dari program ini untuk ikut andil mensukseskan program ini dan memperbaiki kualitas hidup masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: